Hm….
Selama hidupku, aku menyadari bahwa aku tidak hidup sendirian. Orang-orang disekelilingku selalu mensupport, mengkritik, mengingatkan, dan membantu ketika aku membutuhkan. Merekalah pahlawan-pahlawan yang sungguh aku kagumi.
Ah, betapa besar jasa mereka. Tak mungkin aku lupakan. Karena mereka aku bisa ada seperti sekarang. Dengan segala kekurangan dan kelebihanku aku berterima kasih banyak kepada mereka semuanya. Dan aku sayang mereka semuanya.
Entah, bagaimana saya membalas kebaikan mereka semua. Bahkan terkadang aku tidak mampu untuk sekedar memaksimalkan kebaikan yang sudah mereka berikan.
Posting ini adalah untuk orang-orang yang sudah membantu saya selama ini. Dengan tulisan ini, semoga saya semakin tidak lupa dengan mereka.
Inilah love list saya:
1 Ayah
He’s my true inspiration. My biggest gift from Allah. i will always love you forever. We are great father and son you know. What i do know, I learn it from you.
Ah, masi teringat ketika ayah bilang ke temannya kalo dia tidak pernah nipu orang hingga orang itu diam.
ini seperti kisahnya bapaknya imam bukhari:
“Aku mendengar bahwa Ahid Hafs berkata, “Aku masuk menjenguk Ismail, bapaknya Abu Abdillah (al-Bukhari) ketika beliau menjelang wafat, beliau berkata, “Aku tidak mengenal dari hartaku barang satu dirham pun yang haram dan tidak pula satu dirham pun yang syubhat.”
Yang aku maksud sama bukan isi perkataannya, tapi bagaimana perkataannya dipercayai orang. Padahal yang dikatakan adalah sesuatu yang sangat besar (tidak perah nipu dgn tidak mengenal harta syubhat).
2. Ibu
Ah… Ibu. Engkaulah salah satu kasih sayang Allah yang diturunkan di bumi ini. Bahkan telapak kakimu pun surga bagiku.
Imam Syafii adalah bukti hasil dari kasih sayang tulus seorang ibu. Imam Syafii sangat menyadari itu hingga bukunya di beri judul Al-Umm (ibu).
Harus dengan bahasa apa aku mengucapkan terima kasih kepadamu. Satu tatapan matamu kepadaku sudah memancarkan energi kasih sayang yang luar biasa. Ibu, tak henti-hentinya aku menyusahkanmu, aku sakit engkau yang menderita. Semua itu tidak akan bisa membayar jasamu kepada diriku. Bahkan tidak seperjutanya. Aku sayang kamu karena Allah ibu!
3. Kak Mala
Kak Mala adalah kakak kandungku yang tertua. . Selama ini beliau yangh banyak mengurusi keuanganku. Dia lebih enak ngomong ke bonyok, kan gak enak tiba-tiba minta duit.
Dia gak suak makan ayam, tapi sering ngajak saya makan KFC. JAdi dia enggak makan hanya ngeliatin aja sambil minum jus.
Ah, dia memang kakak yang baik. Suatu ketika aku SMP, aku berusaha ngegambar abstrak (lebih tepatnya coret-coret pake cat air) yang benar-benar ancur. Aku bahkan tidak bisa menemukan gambar apa yang aku gambar.
Tapi dia berusaha mempelototi gambarku dengan backgroundnya yang psikologi, ah.. aku terharu
( . Sekarang dia adalah guru, salah satu muridnya adalah teman SD ku (jadi ingat kisah dunia ini sempit
) .
Oh iya, selamat ya kak. Dikau sekarang sudah diangkat menjadi PNS. Semoga membawa perubahan bagi negeri ini.
4. ibu Halimah (ALM) dan Suami
Ibu Halimah adalah ibu keduaku. Sebenarnya beliau adalah kakaknya ibuku. Tapi ketika TK dan SD dia yang mengasuhku. Berkat jasa-jasanya Saya jadi juara umum di SD. Yang akhirnya sangat menentukan kelanjutan studi saya.
Aku memanggilnya ibu. Sama seperti panggilanku kepada ibuku. Karena dia memang pantas dipanggil seperti itu. Saat aku duduk di kelas tiga SMP, beliau sakit keras yang mengantarkan kepada kematian beliau. Tapi aku sangat terharu bisa berada disamping beliau dari mulai sakitnya sampai sakaratul mautnya
( .
Bahkan, beliau sempat minta dibuatkan bubur olehku. Ah, saat itu aku hanya anak SMP yang bahkan tidak pernah menyehtuh dapur. Setelah makanan hangat, dia mengatakan bubur buatanku enak (aku tahu itu gak ada rasanya)
Agak kontras dengan suami beliau yang memang orangnya keras. Mendidik anak-anaknya keras sekali. Ada kesalahan kecil, pati kamu menangis. Sekedar gerakan kecil darinya di hadapanmu bisa membuat nyalimu ciut (ketika SD). Walaupun begitu beliau adalah orang yang baik dan disiplin. Dari beliau aku banyak mendengar versi lain kehidupan bapakku.
Saat ini beliau sedang terapipenyembuhan akibat serangan stroke. Tidak bisa dia berjalan, tidak mampu dia sekedar menggerakkan tangan. Hilang sudah sikap keras beliau. Tapi kami tetap menghormatinya. Hatinya pun luluh… Setiap kali bertemu denganku dia menangis. Aku pun sudah tidak lagi takut dan sangat menghormatinya…
5. Abang Wannudin dan keluarga
Keluarga ini… benar-benar menakjubkan. Sebagian kisah mereka sudah aku tuliskan dalam postingku sebelumnya. Wannudin sendiri merupakan perantau sepertiku dulu. NAmun dia berhasil menemukan kebahagiaan dengan perantauannya. Dan bagaimana dia bergaul denga ntetangga dan masyarakat sekitar adalah menakjubkan!
Aku pun memanggil dia Ayah…
6. Teman-teman ilkom A 2006
Ini komunitas yang complex. Kalo orang psikologi mau neliti kepribadian orang-orang, cukup ke sini aja mereka bisa nemu ribuan karakter.
:lebay.
Tapi banyak mengjarkan banyak hal pada kita.
Maaf kalo aku sering merepotkan kalian. Maaf kalo aku orang yang tidak berkenan di hati kalian.
Harusnya artikel ini publish duluan dari artikelnya han2cute, karena aku yang ngasi pe-ernya. Tapi malah kalah cepat. Gpplah… yang penting uda buat hehe…
Filed under: Daily journal , han2cute, love list, peer buat hanna





gyahahahha…yg kasi pe er kalah cepat ni ye… bagus ham… baguuuuus… mbok 10 sekalian biar banyak… hehehe… seru juga dikasi PR ginian… kapan2 lagi yah… haiah…
@han2cute
ketagihan nih ceritanya hahaha
iya, masa aku kalah cepat sih..
:sebel
Kalo saya sih naro ayah saya di nomer 4 aja.
Nomer satu ampe tiga, biar ibu saya aja…
lha..lha..namaku mana?
oww ternyata kamu yang ngasi peer bwat hana..hoho..yaya..boleh2..
@etikush
saya setuju juga.. cuma nanti listnya kepanjangan
MEt berkunjung….
Kasi pantunlah buat saya
@joesatch
Maaf mas, warna text sama background untuk mas joe sama, jadi gak kebaca hehehe
@aadym
iya, saya yang ngasi. kenapa?
:menyingsingkan lengan baju