“cinta itu macam kudis.. makin garu makin sedap.. tapi, kesan die tu, buruk”
“cinta tu mmg buta, bisu dan pekak”.. cakap la ape2, dorg ikut dorg je..(”cinta itu kayak kudis…. makin digaruk makin mantab… Tapi kesannya itu buruk.”
“Cinta itu emang buta, bisu dan pekak”…
Saya sempat mengutip kalimat diatas dari sebuah blog berbahasa melayu. Mengapa saya membahas ini? Perilaku blogger memang semakin menherankan nan menarik untuk disimak.
Ketika seorang blogger bisa saja menulis malas ngeblog Walaupun ada cara menghindari malas ngeblog. paling enggak menulis sebaris tulisan aja.
Tidak masalah jika blogger ingin pensiun, toh mereka uda seleb.
Blogger lain ingin mengkritisi mantan organisasi yang diikutinya. Atau ada juga simpatisan dan pendukung yang berdiri sebagai oposisi.
Loh, terus apa hubungannya dengan tulisan ini ham? Katanya mau bahas soal cinta? Kenapa harus bahas ini?
Loh, kenapa kalo saya bahas? apa karena tidak semua cinta harus memiliki?
Bukan itu sebenarnya, kita semakin dewasa (iya tah…?). Di bulan Desember ini juga banyak sekali undangan berseliweran. Entah dari KMFM, dari FLP, dari Liqo. dll, dsb lah.
Aku juga banyak membaca artikel-artikel tentang cinta dan pernikahan. Kenapa cinta dan pernikahan enggak bisa dipisahkan?
Hadist riwayat Uqbah bin Amir ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya syarat yang paling berhak untuk dipenuhi ialah syarat yang karenanya kamu menghalalkan kemaluan kaum wanita (syarat nikah)
cinta, cinta, cinta… Terus apa yang sebelum itu (sebelum pernikahan-red)? Itulah yang dinamakan saling ketertarikan.
Wow.. beda toh cinta dengan saling ketertarikan?
Wah, enaknya pake analogi subset kali ya…. Kayak mata kuliah jaringan komputer aja.
Saling ketertarikan itu adalah subset dari cinta
Periode cinta mulai booming lagi dinegeri ini ya karena kasusnya pernikahan Om Puji dengan Lutfiana. Terkuaklah kisah lama pernikahan Nabi Muhammad SAW (idola, uswatun hasanah, dan kekasih saya! Amieeen) dengan ibunya kaum muslimin aisyah.
Sekedar ingin memberi informasi saja… seperti Ulfa yang sudah diinterview pers soal pernikahannya, Aisyah ra juga punya cerita. Mau tahu ceritanya.. beneran mau tahu??
Hadist riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. menikahiku pada saat aku berusia enam tahun dan beliau menggauliku saat berusia sembilan tahun. Aisyah ra. melanjutkan: Ketika kami tiba di Madinah, aku terserang penyakit demam selama sebulan setelah itu rambutku tumbuh lebat sepanjang pundak. Kemudian Ummu Ruman datang menemuiku waktu aku sedang bermain ayunan bersama beberapa orang teman perempuanku. Ia berteriak memanggilku, lalu aku mendatanginya sedangkan aku tidak mengetahui apa yang diinginkan dariku. Kemudian ia segera menarik tanganku dan dituntun sampai di muka pintu. Aku berkata: Huh.. huh.. hingga nafasku lega. Kemudian Ummu Ruman dan aku memasuki sebuah rumah yang di sana telah banyak wanita Ansar. Mereka mengucapkan selamat dan berkah dan atas nasib yang baik. Ummu Ruman menyerahkanku kepada mereka sehingga mereka lalu memandikanku dan meriasku, dan tidak ada yang membuatku terkejut kecuali ketika Rasulullah saw. datang dan mereka meyerahkanku kepada beliau (HR. BUKHARI)
Apa kalian membaca sesuatu yang aneh teman-teman? Aisyah bahkan tidak diminta persetujuannya? dan kelihatan dia belum dewasa? Ada apa ini?Apa memang nabi kita pedophilia? Naudzubillah min dzalik
Ada hikmah luar biasa dibalik pernikahan Nabi SAW dengan Aisyah. Tak tahukah teman-teman kalo Aisyah itu periwayat hadist paling banyak dari kaum wanita? Kalo Aisyah seumuran remaja sekarang yang lagi terndy-trendynya, pasti mulai deh ngecengin sana, ngecengin sini. Mana sempat dia ngapalin hadist. Loh, kayaknya ada yang protes…. Emang aku bicara keburukan wanita? saya bicara fakta! dan ini uda fitrah manusia untuk tertarik pada lawan jenis. Jadi tidak bisa dikategorikan baik atau buruk. OK!
Juga pernikahan Nabi SAW dan Aisyah merupakan petunjuk langsung dari Allah. Ham, ngomong bok ya ada bukti?? Mau tau? beneran mau tau?
Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya, dari ‘Aisyah Rodhiallahu ‘anha, dia berkata: “Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: ‘Aku pernah melihat engkau dalam mimpiku tiga hari berturut-turut (sebelum aku menikahimu). Ada malaikat yang datang kepadaku dengan membawa gambarmu yang ditutup dengan secarik kain sutera. Malaikat itu berkata: ‘Ini adalah istrimu’. Aku pun lalu membuka kain yang menutupi wajahmu. Ketika ternyata wanita tersebut adalah engkau (’Aisyah), aku lalu berkata: ‘Jika mimpi ini benar dari Allah, kelak pasti akan menjadi kenyataan.”’
Pernah tau kan? mimpi itu salah satu petunjuk Allah bagi nabi-nabi? kayak Ibrahim yang mimpi memenggal Nabi Ismail….
Wah… kalo gitu pasti umatnya Nabi SAW niru donk… katanya kan Nabi SAW panutan. Mari kita semua nikahi anak bau kencur…. tamat sd, tamat smp, pokoknya yang muda-mudalah.
Ngaco! emang banyak gitu sahabat yang nyari anak-anak kecil buat dinikahi? Gak ada tuh ceritanya.. gak pernah ada.
Bisa aja pernikahan NAbi SAW dan Aisyah ini kekhususan bagi NAbi SAW. tujuannya apa? ya transfer ilmu…
Dari Aisyah kita umat muslim banyak mengetahui adab-adab suami istri ( termasuk ML)…
“Hadist riwayat Amru bin Ash ra.:
Bahwa Rasulullah saw. pernah mengutusnya untuk memimpin pasukan tentara Zatussalasil. Aku menemui beliau dan bertanya: Siapakah orang yang paling Anda cintai? Beliau menjawab: Aisyah. Aku bertanya: Dari kaum lelaki? Beliau menjawab: Ayah Aisyah. Aku bertanya: Lalu siapa? Beliau menjawab: Umar. Setelah itu beliau menyebutkan nama beberapa orang sahabat yang lain” (HR Bukhari)
Aduh, jadi melenceng deh.. bukan ini yang sebenarnya ingin saya bahas. Tapi perilaku blogger dalam mengekspresikan cinta mereka. Ada blogger yang bikin blog untuk calon istrinya. Atau blogger yang sebenarnya baru berniat saja. Blogger yang mau nulis puisi putus cinta. Ada juga kontroversi pacaran islami
menarik ya?? Ada juga yang ingin berbagi kisah-kisah cinta pasca nikahnya seperti: ultah pernikahan? atau hal-hal kecil yang “sweet” setelah menikah? Tapi tentu saja tidak ada yang melebihi cinta ibu kepada anak-anaknya.
Semoga bermanfaat!! dan semoga saya dan teman-teman bukan termasuk ikhwan genit atau akhwat genit
Filed under: Daily journal , aisyah, akhwat genit, ikhwan genit, pernikahan aisyah





ya pasti aku masih blogger…..;)
ga nyambung sama judulnya. ham…
Sepertinya itu cinta yang ada dibenakmu sendiri deh bukan versi blogger secara global.hehe..
emank sih kamu blogger, tapi menurut saya judul postingan yang tepat adalah Cinta : versi M.Ilham hahaha…
btw ham, ko ngomongin cinta dan menikah melulu ham? padahal kan, kisah Si Puji juga udah aga lama, ko dibahas lagi (emank sih ga ada salahnya). Hayo.. ada pa? hehehe..
btw ham, hadits2 tersebut darai mana ham? kl dari website sebaiknya dikasih referen juga.
Sebenarnya karena banyak undangan zan….
cuma baru nemu hadits Aisyah itu aja…
Kan belum tau kan sebelumnya??
sumbernya dari:
1712 hadits, uda gw kasi di postingan sebelumnya sebelumnya
dan gw banyak blogging ke situs-situs aneh tg cinta kayak <a href=”http://evisyari.wordpress.com/”kayak disini atau disini
Kayaknya gw belum berbicara tentang gw deh….
itu nanti ada session tersendiri halah….
awawawaawawa… bagus banget ham !!! aku mpe gak pengen brenti bacanya!!
dan kebetulan bgt, aku baru aja posting ahahaha… dasarrr…
hmmm…terus lu mendukung si setan puji itu ham?
wake up…
bedakan si puji dodol itu dengan Muhammad SAW, si puji itu udah jelas2 pedofilia, riya’, sombong, gak ada pantas2nya dapat gelar syekh, pamer dan segala kejelekan lainnya. gw bilang dia itu udah jelas pedo karena dia secara tersirat ngomong dia suka anak kecil, dan dia maw ngadain kontes kecantikan buat calon istri pilihannya yang finalisnya umurnya 3, 7 dan 9 (CMIIW). itu jelas2 pedofilia dan gw tentang itu! ingat pedofilia itu nafsuan ama anak kecil.
bedakan dengan Muhammad SAW, apakah menurut sodara ilham Muhammad SAW itu menikahi Aisyah karena Muhammad doyan anak kecil? kenapa banyak sekali yang membanding2kan si puji itu dengan Muhammad SAW?! sehingga seolah2 Muhammad itu adalah seorang pedofilia dan oleh karena itu pedofilia itu halal?! For God Sake, Wake up!! Istri pertama Muhammad SAW itu umurnya berapa? dan kalo orang pedo itu pas kawin umur 6 tahun malam pertamanya udah gak selamat lagi itu anak, gak usah nunggu 3 tahun lamanya buat berhubungan.
sori gw agak2 emosi aja, karena banyak orang2 yang yang sengaja mencari pembenaran dari tindakan asusila dengan berkedok agama. gw sangat sangat gak suka itu. gw kecewa aja kalo lu membenarkan tindakan si puji itu, hanya gara2 Muhammad SAW itu menikahi Aisyah di umur 6 tahun. Secara gak langsung lu mengatakan Muhammad SAW itu pedo.
Gw ini orang yang sangat menghargai apa yang disebut CINTA. Kalo disebut istilah Ary, Agape, cinta yang benar2 murni with less desire.Dan gw sangat menghargai CINTA Muhammad SAW kepada Aisyah. Ntah kenapa gw merasa jarak 3 tahun antara pernikahan dan berhubungan itu ada suatu makna yang terkandung dan pernikahan mereka berdua bukan sekedar nafsu. sesuatu yang gw gak liat dari pernikahan puji dan ulfa, membayangkannya aja gw udah jijik.
Oh God, I am really2 furious, smoga sangkaan gw terhadap lu salah ham, soalnya gw bener2 kecewa kalo lu beneran ikut2an membenarkan tindakan si puji itu. Gw gak berharap lu melihat kenyataan dari satu sisi, dan membaca ayat dalam satu makna.
Sama aja seperti membangung mesjid dengan uang hasil merampok, kalo lu hanya melihat membangun mesjidnya saja, bisa dikatakan itu pahala, tapi kenapa sisi merampoknya gak pernah kita lihat?
membaca posting ini membuat saya nggak berhenti mengecek setiap tautan disana.. Menarik sekali cara Ilham membuat tautan dan menggandeng semua menjadi tulisan mengenai cinta..
nice writing!
alhamdulillah
hey, ham…aq ga bisa komentar ( lo koq malah nulis komen) yang aku tw sih lebih baik para gadis belia di nikahi dini dari pada mereka pacaran ga tentu arah, kayak fenomena sekarang ini para siswi SMP yang udah banyak ga perawan gara2 gaya pacaran yang kebablasan….so..pilih mana?
@yaliyajilbaber
Saya pernah ngomong kayak gitu di forum kompas…
Ternyata banyak yang enggak setuju tuh..
Makanya agak kaget juga mbak bisa setuju
Separah itukah anak smp sekarang ini?
:berpikir ulang jika harus mencari anak smp