ilham’s Life Journal

Icon

not another life journal

Khawatir…khawatir sekali

The beginning
adik bapakku tinggal di bekasi dari semasa remaja. Kalau dihitung-hitung sampe sekarang, uda hampir 40 tahunan dia hidup di kota itu.
Hebatnya lagi, hampir 3 periode ini dia diangkat menjadi ketua RT di lingkungan rumahnya.

Halaman rumahnya termasuk luas dibandingkan dengan tetangga-tetangganya. Sehingga tidak jarang halaman rumahnya dijadikan tempat pesta pernikahan.

Anak-anak tetangga (dari yang kecil sampai yang besar) memanggil beliau bukan pak RT, Bapak, atau sebutan lain. Mereka semua memanggil beliau Ayah! Menjadi ketua RT bukanlah pekerjaan (tidak digaji), sehingga beliau membuka usaha kos-kosan dan dipercaya bendahara koperasi pasar

Karena itu, Beliau menurutku salah satu karakteristik keluarga ideal yang mencintai dan dicintai tetangga. hidup sederhana dan saling mendukung! 2 tahun lalu seorang putri beliau yang kembar meninggal, dan yang tidak disangka-sangka adalah pelayatnya yang sangat banyak.

Awal Kekhawatiran

Keluarga bapakku dengan adiknya yang satu ini sangat dekat. Walaupun jauh, kami biasa bertelepon 1 minggu sekali. Apalagi saat lebaran. TIdak akan lengkap idul fitri dan idul adha kami jika tidak saling ngobrol.

Namun, entah mengapa. Pada idul adha ini mereka SEKELUARGA tidak bisa dihubungi. Aku sudah berulang kali menelepon. Begitu juga bapakku. Apa yang terjadi? Aku dan bapakku sudah menghubungi hpnya, nomor rumahnya, dan hape anaknya.

Apakah yang sebenarnya terjadi di sana? mungkinkah dalam 2 hari hapenya enggak dipegang? atau hilang barengan? semua hape masih berdering walaupun tidak diangkat!

Ketakutan terbesar

Satu semester lalu, keluarga ini sedang dicoba. Sebagian tanah yang sekarang menjadi tempat tinggal mereka diklaim orang lain sebagai miliknya.

Sebenarnya tanah yang ditempati itu adalah milik istri beliau. Ada akta tanah, dan tanda tangan notaris. Sebenarnya apa yang terjadi?

Awalnya tanah yang sekarang menjadi rumah tinggalnya merupakan rawa-rawa puluhan tahun yang lalu. Tanah itu merupakan milik istrinya hasil warisan. Warisan itu dibagi berdua dengan salah seorang saudara kandungnya. Pembagian itu sudah berlangsung puluhan tahun yang lalu. Dan sudah diperjelas semuanya. Bahkan ada surat yang menunjukkan keridhoan saudara kandung istri adik bapakku (wakakaka repotnya!!! :) ).

Tapi, itulah kepentingan dunia bisa membutakan. Setelah tanah itu diolah oleh adik bapakku menjadi daerah kos-kosan, mulailah klaim-mengklaim terjadi. Saudara kandung istri adik bapakku mengklaim kalau itu tanah warisan.

Menurutku sih itu memang tanah warisan, tapi sebelum dibagi. Sekarang kan udah dibagi, harusnya uda tanah milik sendiri-sendiri. Saudara kandung istri adik bapakku berusaha mencari dukungan. Pertama ke Pak RW setempat. Oleh pak RW, setelah adik bapakku menunjukkan surat penyerahan bukti tanah, kepada saudara kandung istri adik bapakku dia berpesan: “udahlah, gak usa dipermasalahkan, kamu bawa uang berapa pun ke pengadilan pasti kalah. Wong ini ada tanda tangan kamu kok!”

Inilah yang aku takutkan. Kadang mengerikan kalau melihat dua keluarga bertikai karena masalah warisan. mulai dari saling merusak nama baik, saling mengancam, terputus silaturahmi, bahkan bunuh-bunuhan. Mengerikan!!

Filed under: Daily journal , , , , ,

Dear Reader

Online  Free Image Share Hosting

"Do the Best let's Allah do the rest"
-Muhammad Ilham-

Ini hanya journal kehidupan saya. Saya menulis tentang hal yang menarik dan saya senang menulisnya.

Saya menulis tentang hal-hal yang saya yakini, atau sekedar yang sudah saya alami, TErkadang saya menulis yang saya ingin pelajari Saya suka berdiskusi, namun tidak menyukai perdebatan.

Mari wujudkan hidup yang damai, tentram di bawah naungan iman dan islam.

Lebih dan kurangnya terima kasih sudah berkunjung di journal sederhana ini. Untuk mengetahui saya lebih lanjut, silahkan lihat Profil saya

Atau:

Journal’s Page

Journal Category