Dunia ini luas?
Siapa yang bilang? teman-teman uda sampe kemana aja emangnya? hehehe :piss.
Sebenarnya bukan itu yang dimaksud. Dunia sempit ini tentang misalkan kita bertemu dengan orang yang sama di 3 tempat berbeda dalam satu hari misalkan.
Semester ini saya banyak merasakan kisah dunia ini sempit:
1. Perjalanan mudik dari Jakarta ke Medan
Aku membayangkan perjalanan pesawatku dari 2,5 jam dari Jakarta ke Medan akan membosankan. Saat itu puasa, jadi aku gak bisa ngemil. Mau tidur? wah, aku bukan orang yang bisa tidur diperjalanan yang exciting seperti ini
Aku termasuk orang yang masuk pesawat pertama kali. Jadi aku bebas milih tempat duduk (kan kalo Air asia bebas tempat duduk).
Tidak berapa lama,ada seorang cowok minta izin duduk disebelahku. Ok aku bilang. Maka setelah itu terjadilah percakapan. Dia masih muda. baru 6 bulan ini lulus kuliah dan sudah bekerja di Chevron. Tapi aku merasa dunia ini sempit karena dia ternyata dia adalah temannya teman kosku yang sudah lulus
)
2. Bertanya kepada teman kelompok sendiri
Aku panik. Aku terlambat 1 1/2 jam dari jadwal “pelangi FLP”. Bukan karena kesengajaan ataupun kelalaian. Tapi memang keadaan yang memaksa (jadwalnya tabrakan soale). Pertemuannya di gedung kedokteran. Gedung yang selama ini hanya aku lewati dan belum pernah dimasuki.
Aku nanya ke satpam gedung mana yang dipakai. Ternyata gedung itu 3 lantai, dan masing-masing lantai ada acara. Aku bingung! Saat itu ada seoarang cewek turun. Hm.. aku pikir mungkin dia anggota FLP juga!
Akhirnya aku tanya, apa dia anak FLP. Dia jawab ya! lalu aku tanya ruangannya dimana. Ternyata di lantai 3.
Aku naik di lantai 3 dan masuk ruangan. Walaupun sudah terlambat, aku tidak merasa bersalah, malah dikasi makanan dan cengangas-cengenges.
Kemudian tibalah saat-saat pembagian kelompok. Kami mencatat anggota kelompok kami yang lain. Sejenak kami membahas persiapan. Ternyata dia anggota kelompokku. Dunia memang sempit!
3. Aduh.. pulang sama siapa ya??
Akhirnya PDKT berakhir sudah. Acara pelatihan FLP Jogja yang digelar 29-30 November di Parang Tritis berakhir dengan dipulangkannya seluruh panitia di Mesjid Kampus UGM. Aku kebingungan minta tolong dijemput sama siapa ya? Motorku memang dititip ke teman. Cuma aku enggak tahu nomor hapenya.
Saat itu udah tiba waktu Ashar. Ya udah aku sholat dulu. Sehabis Sholat aku Ketemu Anung, teman sekelasku kuliah. haha.
Tumben-tumben ketemu dia di mesjid kampus. Aku minta tolong diantarin ke kos. Kata dia: “dunia memang sempit”
Sebelumnya, 2 tahun lalu saya juga pernah merasa hal serupa. Mungkin yang ini lebih kocak lagi.
Kamu tinggal disana?
Seorang temannya teman kosku datang. Dia membawa laptop baru. Kami kenalan: Buha namanya. Orang satu propinsi denganku. Sambil nyicip laptop barunya, aku banyak ngobrol-ngobrol.
Aku nanya asalnya dari kota mana? Nias katanya. Aku sih ngakunya orang MEdan, hehe (benar gak ya?). Terus dia nyambung sepupu saya juga tinggal di MEdan. Kalo pernah tinggal disana hampir setahun. Oh ya aku bilang. Naluri sok mengerti geografisku muncul: Emang Medannya daerah mana? daerah pantai burung katanya.
Otakku merenung satu memori. Pantai burung itu daerah SD-ku. Aku punya teman akrab sekaligus sainganku di kelas saat SD disana. Saat Sd, pulang sekolah aku sering maen ke rumahnya. sekedar ngobrol-ngobrol atau main ke sungai.
Aku bilang aja aku punya teman SD disana. Terus dia bilang: Oh iya ya. Aku cerita: iya, bapaknya kepling (kepala lingkungan, mirip2 Rt-lah disini) disana. Dia agak kaget: masa? sepupu saya itu juga bapaknya kepling.
Hahh???!! Aku bilang, sepupumu Fadli Pohan? Dia jawab iya!… haha Aku jadi bertanya kabarnya kepada temanku itu. Aku baru tau kalo nama belakangnya ada Pohan-pohan juga! Dunia memang sempit
Ada yang mau berbagi cerita dunia ini sempit juga? silahkan ya?!
Filed under: Daily journal , buha, Chevron, dunia ini sempit, dunia sempit, fadli pohan, FLp jogja, kedokteran, pantai burung, parang tritis, pelangi, pelangi flp, teman sd













Recent Comments