ilham’s Life Journal

Icon

not another life journal

Aku dan Sistem informasiku

Dua hari ini aku sibuk mengutek-utek notepad++ yang menajdi senjata utamaku. Saat ini aku sedang mencoba merampungkan sistem informasi yang aku persembahkan untuk BEM KM FMIPA UGM. Sistem informasi ini akan insya allah akan dipergunakan BEM KM FMIPA UGM untuk membantu kelancaran penerimaan anggota bem yang baru maupun untuk membantu penyeleksian Beasiswa BOP yang hampir tiap semester rutin di kerjakan.

Sistem Infomasi ini coding manual, jadi jangan tanya tentang sekuriti, dll. yang penting uda nyambung ke database aja aku uda senang. Karena memang tujuan utama dari sistem informasi ini yaitu memudahkan pengurus supaya jangan susah-susah mengetik sistem informasi yang bisa bikin mereka gak tidur semalaman kalo deadline uda dekat.

Tapi, mereka mau makenya gak ya? Ya, dipake ato enggak yang penting aku berhasil belajar bikin Sistem Informasi nya. Alhamdulillah. Menurut teman-teman lebih baik diinternetkan atau hanya lewat LAN saja ya? bisa ngasi saran?

Filed under: Daily journal , , ,

Stiker hati yang nempel di kharismaku

Stiker yang nempel di bwah plat nomorku, ternyata punya sisi historis dan nilai perjuangan yang mengagumkan. Stiker itu aku beli di Bogor. Bukan diperkotaanya, tapi di pedesaan sekitar 20 menit dari pusat kota. Cerita ini dimulai ketika aku di Bogor pada liburan semester genap ini.

Saat itu aku, mizan, ilham nugroho, dan iis merencanakan secara spontan ide untuk ke puncak naik motor (sebenarnya ide ini dari aku, cuma belum diputuskan kapan akan direalisasikan). Berbekal 2 motor: motor china punyanya mizan dan motor kawasaki kaze-r milik iis, kami beranjak menuju puncak. Dalam keadaan normal, perjalanan puncak-bogor memakan waktu 2,5 jam. Tapi kami menempuh jalan lain, yaitu jalan memutar. Kami memakai jalur alternatif.

Kami meragukan motornya mizan yang motor china. Sebenarnya motor china itu baru sehari sebelumnya diservis, tapi tetap aja kami gak percaya. Apalagi jalur yang kami lewati jalur yang berkelok-kelok dan naik turun. Tapi dengan modal bismillah, kami berangkat.

Baru 15 menit meninggalkan rumah, salah satu motor kami rusak. Tebak motor siapa? ternyata motornya iis hehehe. Motornya tiba-tiba giginya enggak berfungsi sehabis melewati suatu tanjakan. Tentu saja kami mulai panik. Apalagi jalur yang kami lewati jalur alternatif melalui Gunung Putri. Disepanjang perjalanan ini jarang terdapat bengkel maupun orang lewat yang kira-kira bisa membantu.

Akhirnya, satu motor yang masih sehat-sehat saja berusaha mencari bengkel terdekat. Sementara mizan dan ilham nugroho asyik mendorong motor mogok tersebut. Bengkel terdekat sudah ditemukan, tapi ternyata sparepart bagian yang rusak itu tidak tersedia di bengkel tersebut. TUgasku memang motor yang masih baik jalannya mencari sparepart yang rusak itu di toko yang sebelumnya sudah kami lewati. Saat itulah, aku melihat koleksi stiker motor yang ada di toko itu. Akhirnya, Stiker hati pink ini jadi milikku setelah kau merelakan 3000 rupiah uangku.

Setelah motor iis selesai diperbaiki, muncul pertanyaan di antara kami sambil bergurau-gurau: “Jadi gak nih ke puncaknya? hahaha”. Kami pun terus jalan lagi. Di tengah perjalanan lagi-lagi kami harus berhenti. Muncul suara aneh lagi-lagi dari motor kawasaki iis. Remnya terlalu ‘menggigit’ sepertinya. Akhirnya kami cari bengkel terdekat lagi. di sana motornya dibongkar dan kata montirnya ada sparepart lain lagi yang harus diganti. akhirnya motornya dibenarin. Kami saling pandang terus nanya lagi:”jadi ke puncak gak nih? hahaha”.

Perjalanan diteruskan. kawasan itu sudah sama sekali tidak mencerminkan daerah perkotaan. Yang ada hanya ladang di kanan dan kiri jalan, bahkan rumah-rumah hanya kelihatan dari kejauhan. Setelah agak jauh berjalan, muncul keragu-raguan dalam benak kami:”benarkah ini jalan yang benar?”. Kami semakin tersadar hingga akhirnya jalan yang kami tempuh semakin rusak aspalnya dan hanya terlihat truk-truk besar pengangkut pasir. Kami salah jalan!

Setelah bertanya ke penduduk sekitar, baru diketahui jka mau ke puncak seharusnya masuk melewati perumahan elite yang sebelumnya sudah kami lewati. Kami kembali ke perumahan elite itu. Kawasannya memang nyaman sekali. dan rumah-rumahnya masya allah mewahnya.

DIperjalanan kami semapat bernostalgia di tempat kami (aku, mizan, ilham nugroho) di pesantren kilat saat SMA. Saat kami bermain ular-ularan dsb. Di dekat sana juga ujian terbesar untuk motor china mizan diuji. Tanjakannya memang tinggi sekali!. Motor china mizan tertatih-tatih berusaha menaikinya. gasnya sudah benar-beanr habis saat kami memanjak itu. untungnya kami (terutama motor chinanya mizan) bisa melewatinya.

After all, kami sampai ke puncak.

Seru kan cerita stiker hati yang nempel di motor karismaku? hehehe

Filed under: Daily journal , , ,

Asal usil Motor Kharisma berhatiku

Wah… Aku bukan orang yang suka berbohong (sering aja kali ya hehehe). Motor Kharismaku memang punya hati kok. Liat aja bagian belakangnya dibawah plat nomor.

Di sana ada stiker pingk berlogo hati. Bagaimana mendapat stiker itu? itu juga perlu diceritakan, karena punya kisah tersendiri hehehe.

Karismaku itu dibeli di bekasi dari tetangganya temanku. Waktu aku liat, aku langsung naksir karena harganya murah dan waktu aku test drive masih mumpunilah di umurnya yang uda 5 tahun. Sejak dibeli, motor itu sempat nganggur 1 minggu karena masalah transportasi. Mengirim motor dari Bekasi-Jogja tentu saja bukan hal yang gampang. Apalagi saat itu, kawasan jabodetabek sedang dilanda hujan besar dan banjir. AKhirnya rencanaku secepat-cepatnya menggunakan motor itu di jogja agak tertunda.

AKhirnya moto itu sampai juga ke tanganku. Tau tanggal berapa motor itu sampe di tanganku? 14 februari 2008. hehehe…bertepatan dengan hari kasih sayang. Jadi, aku anggap motor ini motor sebagai kasih sayang ortuku ke aku hehehe.

Setelah stiker pink hati nempel di motorku, secara resmi kusebut kharisma berhati hehehe

Filed under: Daily journal , ,

Waah… beruntungnya minggu ini

Minggu ini, alhamdulillah banyak traktiran…. Memang Allah itu memberi rezeki yang tidak disangka-sangka oleh hambanya. Kejadian lengkapnya ya kayak gini ini….

Traktiran satu

Siang itu, matahari jogja sedang ceria banget sampe-sampe gak nyadar kalo sinarnya terlalu panas menyentuh kulit kita. Suasana jadi gerah, sampe-sampe malas ngapa2in. Seperti biasa, disela-sela waktu kuliah aku mampir di bem km fmipa UGM. Setelah merasa tidak ada lagi yang bisa aku kerjakan di sana dan waktu sudah mepet untuk kuliah, aku buru-buru keluar dan memakai sepatu. Eh, taunya di depan pintu ketemu ajeng dan icha. Mereka memberi kabar gembira: “Ajeng, keterima di Geografi.” hehehe….

Selamat ya Jeng, setelah 2 tasun nomaden kuliahnya akhirnya menemukan persinggahan yang mudah-mudah terbaik buat kamu. Setelah itu, Ajeng membri kabar yang lebih menggembirakan lagi: Aku, Rui, Ala, Mizan di traktir di warung stick (WS). Belakangan, tempat traktiran diganti menjadi Tora-Tora (dideskripsikan oleh Ajeng bahwa tora-tora itu di timurnya geografi, kenapa dia gak bilang dibaratnya gedung pusat ya? hehehe). Akhirnya aku lupa harusnya aku ngambil buletin readit edisi terabik yang belum dilipat-lipat. Masalah buletin itu teringat setelah aku tiba di MIPA Selatan yang parkirnya penuh. AKhirnya jadi males, konsekuensinya kulipat sendiri aja ah… mumpung gampang juga hehe…

Traktiran kedua

Lagi-lagi kuliah kosong. Jadwal kuliahku yang harusnya dari jam 9 pagi (sesi 3) terus sampai jam 5 sore (sesi 10) tidak terpakai. jadinya aku hanya nunggu dosennya datang. Nunggu setengah jam kemudian cabut karena dosennya gak ada.

Nah, saat itulah Azizah, salah satu pemenang lomba Mizone dan jalan-jalan keluar negeri menghampiri.

Aziza: Ham, ada acara gak siang ini?

Aku: Gak ada za. Kenapa?

Aziza: Uda ikut aja, kita mau makan-makan.

Aku: oh iya to, dalam rangka apa?

Ternyata Aziza mentraktir orang-orang yang dianggapnya berjasa membantunya bisa menang jalan-jalan keluar negeri itu. Aku bantu Aziza pake koneksiku (dia ngupload foto dari koneksi internetku), Arif bantu pulsa kayaknya, beny bantu bayarin spp semester ini.

Akhirnya berankagtlah kami keempat untuk makan siang. Saat itu tepat jam 12 siang. Ternyata kami ditarktir Pizza Hut. Lupa apa menunya. Tapi kami masing-masing dapat 1 pan pizza yang uda dipotong empat. Agar bisa merasakan semua rasa pizza tersebut, masing-masing dari kami bertukar rasa pizzanya. Jadi, tiap orang dapat empat potong dengan empat rasa berbeda.

Sebenarnya aku uda senang dikasi gantungan kunci bertuliskan hongkong dari ziza. Tapi ditambah pizza ya jadi lebih senang lagi. lumayan, sekarang gantungan kunci itu tergantung di motor kharisma berhatiku hehehe….

Selain itu, ini gak termasuk ditraktir sih. Teman kosku, Andes, yang baru datang dari medan bawa oleh-oleh Bolu gulung miranti yang rasanya maknyus. Jadi bolunya itu ya…wuihhh legit banget, terus selai stroberinya (hahaha aku meniru gaya-gaya pendeskripsian makanan oleh Pak Bondaan dari wisata kuliner).

Sebenarnya ada temen sekelasku yang ulang tahun minggu ini. Kalo dia mau ntraktir, benar-benar lengkap minggu traktirannya hahaha. Walaupun aku gak mengharap dia traktir ato gimana. hehehe

Filed under: Daily journal , , , ,

Dear Reader

Online  Free Image Share Hosting

"Do the Best let's Allah do the rest"
-Muhammad Ilham-

Ini hanya journal kehidupan saya. Saya menulis tentang hal yang menarik dan saya senang menulisnya.

Saya menulis tentang hal-hal yang saya yakini, atau sekedar yang sudah saya alami, TErkadang saya menulis yang saya ingin pelajari Saya suka berdiskusi, namun tidak menyukai perdebatan.

Mari wujudkan hidup yang damai, tentram di bawah naungan iman dan islam.

Lebih dan kurangnya terima kasih sudah berkunjung di journal sederhana ini. Untuk mengetahui saya lebih lanjut, silahkan lihat Profil saya

Atau:

Journal’s Page

Journal Category