ilham’s Life Journal

Icon

not another life journal

Saya datang Ke DERAP

DErap adalah singkatan: Dari Indonesia Untuk Palestina. Acara ini diselenggarakan oleh KNRP (komite nasional Republik Indonesia untuk Palestina). tujuan dari kmoite ini adalah menghimpun dana dan segala macam bantuan untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina.

acaranya selama 3 atau 4 hari. pada acaranya mereka mengadakan Tabligh Akbar, Nasyid, Pemeran Foto, dan kegiatan lainnya. Acara ini diadakan dibeberapa Kota dengan konsep tur. Kebetulan di Jogja diadakan di masjid kampus UGM.

Awalnya saya tidak tahu kalau ini adalah rangkaian acara dari derap. Minggu sekira pukul 11an saya bertemu panji yang mengatakan sekarang ada konser nasyid di maskam (mesjid kampus-red). Wah, saya bilang: “Daripada tiap hari cuma dengar mp3nya, mending liat orangnya juga.”

AKhirnya kami berangkat bertiga dengan panji dan Fajar. Di maskam ketemu juga Pengurus LSIS (afwan lupa namanya), dan Dani. Ternyata di maskam sudah ramai. Selain ada acara derap,juga ada saudara-saudari kita yang sedang sedang walimah. kami sudah ketinggalan tabligh akbar oleh USt FErry Nur dan Justice voice. dan saat itu acara lagi break. Akhirnya, aku, fajar, dan panji, dan pengurus LSIS itu menyaksikan sebentar walimahan itu, toh acara belum mulai, dan kata salah seorang diantara kami: “Siapa tau jadi kecipratan juga :D “.

Akhirnya Nasyid dimulai. Rijalul Kahfi menggebrak lewat nasyid harokinya. Wah, jantung saya terpacu amat cepat. Amat bersemangat rasanya. Saya memang suka dengan nasyid haroki, apalagi setelah menontonnya langsung.

Suasana agak santai saat Fatih gantian menguasai panggung. Dengan nasyidnya yang ceria, penonton juga terbawa suasana agak rileks.

Lain halnya ketika Izatul Islam (izis) giliran manggung. Pasti sudah kenal dong dengan hentakan-hentakan haroki IZIs yang sanggup memompa pejuang-pejuang islam. Semoga saja, jika di akhir zaman saya harus berperang melawan Dajjal dan pasukannya ada nasyid seperti ini yang memompa semagat juang saya dan membuat saya merindukan syahid.. amien.

Panitia tak kalah garang…. Saat Izis manggung, panitia ikhwan  membentuk barisan mengekspresikan semangat mereka dengan berjingkrak-jingkrak sambil mengepalkan tangan. beberapa panitai mengibarkan bendera palestina ke udara. mereka mengajak penonton ikut serta. walaupun tuidak banyak yang tergerak mengikuti mereka.

Di sisi lain, di sela-sela kobaran semangat para ikhwan. saya melihat beberapa akhwat (mungkin panitia) menangis, tangisan mereka diredakan oleh akhwat yang lain yang masing-masing menyabarkan mereka. mungkin mereka menangis melawan kobaran semangat dan mengekspresikan keprihatinan mereka terhadapa perlakukan bangsa israel terhadap bangsa palestina. Siapa saja yang masih punya hati nurani tentu saja akan menangis jika membayangkan pembantaian terhadap manusia. Apapun alasannya. seperti yang terjadi di Bosnia, Palestina, CHechnya, andalusia, Maupun holocaust (banyak data yang diselewengkan untuk mengundang simpati) di eropa.

Saya masih ingat dengan kisah penaklukan kembali jerusalem oleh Shalahuddin Al-Ayyubi (semoga Allah merahmatinya). yang sangat toleran terhadapa kekalahan bangsa Eropa saat itu. seperti terangkum dalam sejarah. kisahnya memang mirip dengan Fathul makkah. pada sebuah blog dilukiskan:

Sebaliknya, ketika Sultan Shalahuddin merebut kembali kota Jerusalem pada tahun 1193 M, dia memberi pengampunan umum kepada penduduk Nasrani untuk tinggal di kota itu. Hanya para prajurit Salib yang diharuskan meninggalkan kota dengan pembayaran uang tebusan yang ringan. Bahkan sering terjadi bahwa Sultan Shalahuddin yang mengeluarkan uang tebusan itu dari kantongnya sendiri dan diberikannya pula kemudian alat pengangkutan. Sejumlah kaum wanita Nasrani dengan mendukung anak-anak mereka datang menjumpai Sultan dengan penuh tangis seraya berkata: “Tuan saksikan kami berjalan kaki, para istri serta anak-anak perempuan para prajurit yang telah menjadi tawanan Tuan, kami ingin meninggalkan negeri ini untuk selama-lamanya. Para prajurit itu adalah tumpuan hidup kami. Bila kami kehilangan mereka akan hilang pulalah harapan kami. Bilamana Tuan serahkan mereka kepada kami mereka akan dapat meringankan penderitaan kami dan kami akan mempunyai sandaran hidup.”

Di maskam juga saya bertemu Bagus (sudah baca satorare?)yang kebetulan jadi dokumentasi disana. malamnya kami pun berbagi-mabgi melihat foto2 dokumentasinya :D . Oh iya, dia juga menjanjikan video rekamannya jika ada. Saya senang juga, karena belum pernah punya. JUga ada pesanan dari Mita.

Oh iya, lewat buletin yang dibagikan pada acara ini, saya juga jadi tahu bahwa ternyata Palestina ikut membantu kemerdekaan Indonesia dengan membantu menyebarkan berita kemerdekaan itu. Wallahu ‘alam bishawab.

Filed under: Daily journal , , , , ,

Leave a Reply

Dear Reader

Online  Free Image Share Hosting

"Do the Best let's Allah do the rest"
-Muhammad Ilham-

Ini hanya journal kehidupan saya. Saya menulis tentang hal yang menarik dan saya senang menulisnya.

Saya menulis tentang hal-hal yang saya yakini, atau sekedar yang sudah saya alami, TErkadang saya menulis yang saya ingin pelajari Saya suka berdiskusi, namun tidak menyukai perdebatan.

Mari wujudkan hidup yang damai, tentram di bawah naungan iman dan islam.

Lebih dan kurangnya terima kasih sudah berkunjung di journal sederhana ini. Untuk mengetahui saya lebih lanjut, silahkan lihat Profil saya

Atau:

Demi Masa

August 2008
M T W T F S S
« May   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Journal Category